Inilah Reaksi yang Terjadi pada Tubuh Kita Saat Menjalani Program Diet Detoks

Merasa pusing dan kesal saat baru saja mengikuti program diet detoks? Jangan khawatir dan cepat-cepat berpikir Anda tidak berdaya untuk menjalankan rencana diet tertentu.

Program Diet Detoks

Baca juga artikel lain di : https://44212010027.blog.mercubuana.ac.id/

Pakar program diet detoks Bambang W Gunawan mengatakan, respons umumnya terjadi ketika hanya menjalani diet detoks. Berkaitan dengan dia, reaksi diet pembersihan ini sering cenderung membuat pemula terkejut. Akhirnya orang-orang ini berhenti membersihkan dan kembali ke rencana diet yang tidak sehat.

Sebenarnya, responsnya adalah proses yang disebut penyembuhan krisis atau menyembuhkan krisis untuk kemudian mengeluarkan racun dalam tubuh.

“Jika kita sering melakukan detoksifikasi, responsnya tentu akan tetap timbul. Tapi begitu tubuh kita sendiri sudah terbiasa dengan detoksifikasi, rasanya tidak terlalu terasa,” kata Bambang beberapa waktu sebelumnya di Jakarta.

Seperti yang ditemukan dalam bukunya, “Program Diet Detox, Solusi Alami untuk Membahayakan Tubuh”, Bambang menjelaskan bahwa jenis reaksi dan penampilan mereka berbeda untuk setiap orang.

Reaksi lain biasanya, warna aliran kencing jauh lebih keruh dan aroma lebih tajam. Reaksi ini sering terjadi pada mereka yang di masa lalu sering mengonsumsi obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit. Akibatnya, bau obat juga terbuang dengan aliran kencing dan kotoran.

Kotoran juga akan dikaitkan dengan lendir yang cukup berat. Bahkan bagi semua yang menjalani program pembersihan yang luas, tubuh dapat mengeluarkan kotoran dari lapisan sel terdalam tertentu. Jenis kotoran akan menjadi lebih pekat dan bersemangat mulai dari kehijauan hingga bisa hitam.

Anda selanjutnya akan sering membuang aliran angin dengan bau yang sangat busuk. Selain itu, menderita nyeri sendi hingga batuk dan pilek. Terkadang tampak sangat lapar jika melihat makanan. Meski begitu, rasa lapar yang berlebihan umumnya akan hilang setelah tiga kali menjalani diet detoks.

Sebagian besar efek samping ini terjadi pada hari ketiga selama rezim diet detoksifikasi. Pada hari ketiga ini tubuh baru menawarkan potensi pembebasan racun. “Jadi, jangan berhenti diet detoks untuk hari ketiga,” kata Bambang di lansir pada cakmaman.com . Ketika respons terjadi, minumlah banyak air, dan minimalkan aktivitas fisik abnormal seperti olahraga. Selain itu jangan langsung tergoda dengan makanan berat saja seperti daging, nasi, dan makanan berminyak.

Beristirahatlah di dalam tempat yang bagus dengan sirkulasi atmosfer yang baik. Menurut Bambang, reaksi ini hanya akan terjadi pada tahap pertama. “Ini hanya waktu yang singkat. Setelah itu kita akan energik, segar, kuat, tidak mengantuk sepanjang hari,” bahas Bambang.

Namun, jika biasanya reaksinya berlanjut, untuk ilustrasi selama dua minggu, mintalah saran dari ahli gizi yang sangat baik dalam detoksifikasi.

Menurut Bambang, kesabaran diperlukan untuk membuang racun di dalam tubuh. Selain itu, limbah memiliki catatan panjang dan terbentuk sehingga panjang untuk pembersihan juga. Ini menjadi perhatian jika Anda menginginkan seluruh tubuh yang sehat.

Diet detoks itu sendiri akan sama dengan berpuasa dari makanan olahan. Biasanya program diet detoks yang paling canggih adalah puasa jus. Diet khusus ini dimungkinkan selama 6 hari, 14 hari, sekitar 40 hari. Anda tentu hanya akan makan buah-buahan selain sayur.

Bambang menjelaskan, buah dan sayuran membantu proses detoksifikasi atau bahkan pembuangan racun di dalam tubuh secara lebih sesuai. Racun yang menumpuk di dalam tubuh selama periode waktu ini dapat beredar di pembuluh darah dan getah bening. Maka ini dapat merusak bahan seluler dan jaringan di sekitarnya sehingga dapat memicu penyakit kronis.

Leave a Reply