Mengenal Keunikan Pada Baju Batik Wanita Solo

Mengenal Keunikan Pada Baju Batik Wanita Solo. Busana batik kini makin digemari karena memberi tampilan sederhana tapi tidak mengesampingkan kemewahan untuk pemakainya. Penggunaan baju batik saat ini tak hanya pada acara resmi seperti pada pernikahan saja, melainkan sudah dipakai untuk keperluan kerja dan lainnya. Indonesia sangat terkenal akan baju batiknya di mana terdiri dari berbagai macam motif unik.

Batik Solo

Baca juga artikel lain di : https://44212010027.blog.mercubuana.ac.id/

Dari sekian banyaknya jenis batik, ada satu batik yang banyak mencuri perhatian orang yakni batik dari Solo. Mungkin Anda pernah mengenal ataupun melihat seperti apa motif dari batik khas Solo, namun belum terlalu mendalami seperti apa keunikan tersebut. Berikut ini beberapa ulasan mengenai keunikan dari batik Surakarta atau Solo yang sampai sekarang masih banyak peminatnya.

Beberapa Keunikan yang Dimiliki Batik Asli Solo

Memiliki Ciri Geometris

Motif dari batik ini lebih dikenal mempunyai ciri khas dengan pola geometris pada batiknya. Beberapa contoh dari motif batik Solo ialah berupa motif Sidoasih, Sidomukti, dan Sidoluruh. Anda bisa memilih ciri geometris pada motifnya.

Memiliki Motif Berukuran Kecil

Tidak hanya dari ciri-ciri geometrisnya saja, batik ini juga mengusung ukuran motif yang lebih kecil daripada jenis batik lain. Ciri khas berupa motif kecil ini terdapat pada jenis motif batik Truntum.

Memiliki Kisah Sejarah

Beberapa motif batik yang memiliki sejarah tersendiri. Dari baju batik wanita Solo, juga memiliki kisah sejarah yang menarik untuk disimak. Pada zaman dahulu seorang Ratu menciptakan motif batik untuk pertama kali dengan bentuk bintang ukuran kecil. Dari motif batik Ratu ini berhasil menarik perhatian Raja, hingga Raja pun melihat pembuatan motif batik itu dan mengembangkannya jadi seni membatik.

Motif Parang Kusumo

Dari banyaknya jenis motif batik khas Solo ada satu andalan yang menjadi ciri khas batik dari Solo yakni motif Parang Kusuma. Ciri motif Parang Kusuma cenderung pada bentuk yang diagonal dan untuk melukisnya memerlukankan ketelitian. Motif Parang Kusuma memiliki filosofi tersendiri di mana penggunanya hanya untuk garis keturunan raja saja, seiring perkembangan zaman pengguna motif Parang Kusuma bisa dipakai untuk banyak kalangan.

Motif Beruansa Religi

Tak hanya motif dari ciri khas batik Surakarta ataupun batik Solo juga memasukkan tema religi atau agama untuk menghiasi kain batik. Beberapa motif dengan nuansa religi seperti garuda, naga, dan sawat di mana saat ini masih menjadi simbol agama Hindu. Dari sisi warna motif religi itu cenderung menggunakan tipe warna putih tapi masih mendapatkan warna lain berupa cokelat yang sampai saat ini masih mendominasi tiap motif batik.

Warna Sogan Masih Mendominasi

Tak hanya warna putih saja, pada jenis baju batik wanita Solo masih menggunakan warna sogan sebagai opsi utamanya. Kombinasi warna sogan yang terdiri dari coklat kemerahan, coklat kehitaman, coklat kekuningan, ada dua motif yang sering memakai warna sogan yakni motif wahyu tumurun dan sidomukti.

Harapan ke depan dengan banyaknya produk baju batik yang saat ini dijual dengan harga yang terjangkau membuat masyarakat tersadar bahwa pelestarian motif batik sangat penting mengingat zaman dahulu proses pembuatannya lama. Saat ini baju batik bisa digunakan pada semua kalangan tak hanya keluarga kerajaan saja, oleh sebab itu pelestarian haruslah terus dilakukan agar tidak mengalami kepunahan.

Dengan mengenal lebih jauh produk baju batik wanita Solo, maka akan memudahkan Anda untuk memilih kain batik ataupun produk baik lainnya.

Leave a Reply