Beberapa Hal yang Harus Dipahami Oleh Konsultan Green Building

Beberapa hal yang harus dipahami oleh konsultan green building. Demi tercipta kenyamanan sebuah habitat atau hunian di era sekarang, muncullah istilah bangunan green building. Green building sendiri merupakan upaya untuk menggunakan proses yang ramah lingkungan sepanjang daur hidup bangunan tersebut. Hal ini tentu memicu munculnya sebuah bisnis layanan yang berkaitan dengan green building, yaitu konsultan green building Indonesia


konsultan green building Jakarta

Sudah banyak sekali orang yang berkecimpung dalam bisnis konsultan green building Jakarta, karena memang ibu kota inilah sasaran terbesar dari green building itu sendiri. Masyarakat di sana tentu butuh udara yang lebih jernih dan lingkungan yang sehat. Nah, jika Anda tertarik untuk menjadi salah satu konsultan juga, ada beberapa hal yang harus Anda pahami dulu mengenai green building. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut ini.

Syarat Utama Bangunan yang Layak Mendapat Predikat Green Building

Tentunya, sebagai konsultan green building Indonesia Anda harus paham betul syarat utama bangunan yang layak mendapat predikat tersebut. Syarat utama itu antara lain adanya surat pernyataan yang memuat manajemen tentang bagaimana pemeliharaan eksterior bangunan, manajemen hama terpadu dan gulma, serta dipastikan menggunakan bahan-bahan yang tidak beracun bagi lingkungan.

Selain itu, harus ada juga surat pernyataan yang memuat pihak manajemen puncak untuk mengurangi tindakan dengan kendaraan bermotor, misalnya car pooling, feeder bus, voucher untuk naik kendaraan umum, dan sebagainya. Syarat berikutnya adalah dengan adanya kampanye yang mendorong kegiatan tanpa kendaraan bermotor tersebut seperti dengan poster, stiker, atau email.

Kriteria Green Building

Setelah memahami syarat utama bangunan, sebagai konsultan green building Jakarta Anda juga harus mengerti tentang kriteria green building ini. Kriteria untuk sebuah green building sendiri ada enam, meliputi: tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber dan siklus material, kualitas udara dan kenyamanan ruang, serta manajemen lingkungan bangunan.

8 Kriteria ASD

Dari keenam kriteria di atas, pada kriteria pertama yaitu tepat guna lahan (Aprotiate Site Development), akan dibagi lagi menjadi 8 kriteria yang berbeda, di mana 8 kriteria inilah yang nantinya akan menentukan nilai akhir dari keenam kriteria tadi. Sebagai pakar atau konsultan green building Indonesia, Anda tentu harus tahu benar 8 kriteria tersebut, yaitu akses komunitas (community accesibility), pengurangan aktivitas dengan kendaraan bermotor (motor vehicle reduction), penggunaan sepeda sebagai ganti motor (bycicle).

Kemudian ada juga kriteria area lansekap (site landscaping), yaitu area vegetasi yang bebas dari bangunan taman. Ada juga heat island effect atau perlindungan atap gedung dari efek panas, storm water management yang mengatur seberapa besar limpasan air hujan, site management yang mengendalikan hama penyakit dan tanaman, serta building neighborhood yang akan meningkatkan hidup bersosial antar masyarakat.

Nilai Akhir Green Building

Setelah mengetahui semua kriteria tersebut, konsultan green building Jakarta harus tahu juga nilai akhir yang akan diberikan. Penilaian green building tersebut berdasarkan jumlah nilai yang diperoleh, yaitu: green building yang mendapat nilai 41-52 mendapat sertifikat Bronze, nilai 53-65 termasuk dalam kelas green building Perak, antara nilai 66-82 masuk dalam kelas Emas, dan green building yang nilainya di atas 82 masuk dalam kategori Platinum.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus Anda pahami jika ingin sukses menjadi salah seorang konsultan green building Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply